Online Support Zahra
Online Support Daras
|
| LOGIN
|
|
|

|
Resensi Surabaya Post, Minggu 3 Februari 2008
|
|
Misteri Kematian 5 Gadis
Siapa pun tak akan dapat menduga datangnya rezeki, jodoh, dan mati, karena semua itu merupakan rahasia Tuhan. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan orangtua ketika mendapati anaknya meninggal dan itu karena bunuh diri.
Keluarga Lisbon adalah keluarga yang sangat religius, keluarga biasa dengan kehidupan yang juga biasa. Sampai kemudian satu per satu anak gadis keluarga itu melakukan bunuh diri.
Kelima perawan misterius yang cantik itu mengakhiri hidupnya dengan cara yang misterius pula. Gadis-gadis keluarga Lisbon itu masih belia ketika meregang nyawanya. Diawali dari si bungsu Cecilia yang masih berumur 13 tahun. Dia menyayat pergelangan tangannya sambil berendam di bak mandi. Kedua tangannya mendekap gambar Perawan Suci. Percobaan pembunuhan diri yang pertama ini gagal. Namun dia berhasil dalam percobaan keduanya. Tubuhnya meluncur dari lantai atas rumah.
Keberhasilan Cecilia mengakhiri hidupnya mengilhami saudara-saudaranya yang lain, Lux (14), Bonnie (15), Mary (16), dan Therese (17) untuk juga mengakhiri hidupnya masing-masing.
Lewat sepucuk surat yang dilayangkan pada Chase Buell, keempat perawan itu menuliskan pesan singkat,” Besok. Tengah malam. Tunggu isyarat kami.”
Buell bersama Joe Larson, Joe Hill Conley, dan Kevin Head, kemudian memanfaatkan peluang untuk bisa bertemu Lux, Bonnie, Mary, dan Therese.
Lux yang tak pernah berhenti merokok begitu gembira ketika Buell menawarkan jalan ke Florida. Bahkan dia menawarkan mobil station wagon milik ibunya yang lebih besar agar bisa memuat semuanya.
Lux lantas meminta keempat teman cowoknya menunggu saudarinya keluar, sementara dia sendiri memilih menunggu di mobil. Dalam lamunan penantian itu, Buell dan teman-temannya tak menyadari apa yang sedang dilakukan Lux, Bonnie, Mary, dan Therese.
Gadis-gadis keluarga Lisbon begitu terobsesi dengan kematian. Tak ada seorang pun, termasuk orangtuanya, yang tahu misteri di balik itu semua dan seolah tak ada yang mencegahnya. Tidak ada yang tahu apa yang sesungguhnya terjadi di dalam rumah keluarga Lisbon. Keempat gadis itu bunuh diri tepat satu tahun setelah Cecilia mengiris pergelangan tangannya, yaitu 16 Juni.
Novel thriller karya Eugenides ini termasuk bestseller internasional dan tercatat sebagai peraih Whiting Award dan ALA Book of the Year. (Paramita)
|
| |
|
- Resensi Sumut Pos 28 Januari 2008,
/lanjut
- Resensi Majalah Gadis, No. 4 XXXV 5-14 Februari 2008,
/lanjut
- Resensi Wanita Indonesia, 11 - 17 Februari 2008,
/lanjut
- Resensi Parle, No. 123 Thn. III/ 28-4 Februari 2008,
/lanjut
- Resensi HAI! 25 Februari 2008,
/lanjut
- Resensi Keren Beken, Thn IX/ 25 Feb-9 Maret 2008,
/lanjut
- Resensi Majalah Teen, Maret 2008,
/lanjut
- Resensi Majalah Goodhousekeeping, April 2008,
/lanjut
- Resensi Surabaya Post, Minggu 3 Februari 2008,
/lanjut
- Resensi FHM, April 2008,
/lanjut
- Resensi Aneka, (3-16 Maret 2008),
/lanjut
- Resensi Kawanku #6, 11-17 Februari 2008,
/lanjut
- Resensi Cosmo Girl, April 2008,
/lanjut
- Resensi Yellowpages, Februari 2008,
|
|
|
| BERITA
|
Info Edit Profiluntuk
memudahkan Anda berbelanja tanpa harus mengingat nomor member Anda.... /lanjut
Libur
Lebaran 1431 HSehubungan dengan adanya libur
Idul Fitri 1431 H di lingkungan
k.... /lanjut
Pemberitahuan Transaksi dan PengirimanPemberitahuan kepada Seluruh pelanggan Zahra dan Dar.... /lanjut
Gratis Ongkos Kirim dan bisa dengan Debit BCA di tempatMulai 1 Mei 2010
nikmati promo me.... /lanjut
Promo Weekend: Beli Buku Gratis BukuSetiap pembelian minimal Rp 200.000,- (setelah diskon).... /lanjut
Layanan Pesan AntarPengunjung website Zahra yang setia,Sekarang Anda bisa mendapatkan buku.... /lanjut
Untuk para pembeli buku-buku Zahra, Dastan, dan Daras kami akan memberikan diskon sebesar .... /lanjut
TM Book StoreDepok Town Square UA-2 Lt. UG(021) 7887 0382/83TM Book StoreGedung Superindo..... /lanjut
HOT NEWSKabar GembiraBagi yang suka baca buku saat ini diskonnya 35% loch bagi yang punya .... /lanjut
|
|